Selasa, 29 November 2011

5 ( LIMA ) S


Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan dalam berinteraksi dengan sesama. Kita sebut saja dengan  5 (Lima ) S. yaitu senyum, salam, sapa, sopan dan santun.
S yang pertama adalah senyum, Cobalah kita bertanya kepada diri kita sendiri saat kita tersenyum dengan wajah yang jernih, rasanya kita ikut merasa bahagia. Berbicara dengan disertai senyuman tulus rasanya lebih enak didengar dari pada dengan wajah bengis dan ketus. Yang menjadi pertanyaan apakah kita termasuk orang yang suka tersenyum kepada orang lain? Mengapa kita berat untuk tersenyum bahkan untuk orang terdekat sekalipun. Mengapa kita begitu enggan untuk tersenyum kepada orang tua, guru dan orang-orang di sekitar kita? Padahal Rasulullah Saw. Tidak pernah berjumpa dengan para sahabatnya kecuali dalam keadaan tersenyum.
S yang kedua adalah salam, ketika seseorang mengucapkan salam kepada kita, tiba-tiba suasana menjadi cair, kita jadi merasa bersaudara dengannya. Pertanyaannya, mengapa kita begitu enggan mengucapkan salam? Padahal tidak ada resiko apapun. Sampai ada seorang sahabat Rasulullah yang pergi ke pasar hanya untuk menebarkan salam.
S ke tiga adalah sapa, Mari kita teliti diri kita kalau kita disapa dengan ramah oleh orang lain rasanya suasana jadi lebih akrab dan hangat. Tetapi kalau kita lihat di mesjid, meski duduk seorang jamaah di sebelah kita, kita nyaris jarang menyapanya. Padahal sama-sama muslim, sama-sama shalat, satu shaf bahkan berdampingan. Mengapa kita enggan menyapa? Mengapa kita ketus dan    keras?
S ke empat adalah Sopan, kita mungkin terpana kepada orang yang sopan ketika duduk dan ketika menghadapi orang tua. Pertanyaannya apakah kita termasuk orang yang sopan ketika duduk, berbicara, dan berinteraksi dengan orang yang lebih tua?
S kelima adalah santun, kita mungkin kagum melihat orang yang mementingkan orang lain di angkutan umum, di jalanan atau sedang dalam antrian demi kebaikan orang lain. Dan mengalah untuk memberikan haknya untuk orang lain. Sampai sejauh mana kesantunan yang kita miliki? Sejauh mana hak kita telah dinikmati oleh orang lain untuk kebaikan dan kita ikut berbahagia karenanya? Sejauh mana kelapangan diri kita, sifat pemaaf, ataupun kesungguhan kita untuk membalas dengan kebaikan kepada orang yang kurang bersikap baik kepada kita.

Islam sudah banyak di sampaikan oleh beraneka teori dan dalil. Begitu agung dan indah. Yang dibutuhkan sekarang adalah dimana pribadi-pribadi yang indah nan agung itu? Yuk, kita jadikan diri kita sebagai bukti keindahan ajaran Islam, walau sederhana. Alangkah indahnya wajah yang jernih, ceria, senyum yang tulus dan ikhlas, membahagiakan siapapun. Betapa indahnya suasana ketika salam hangat ditebarkan, saling mendoakan, menyapa dengan ramah, lembut, dan penuh perhatian. Alangkah agungnya diri kita bila kita selalu sopan dengan siapapun, dimanapun dan saat dalam kondisi bagaimanapun. Betapa nikmatnya dipandang, jika pribadi kita santun, mau mendahulukan orang lain, rela mengalah dan memberikan haknya, lapang dada, pemaaf yang tulus, dan ingin membalas keburukan dengan kebaikan serta kemuliaan.
Insya Allah. Andai diri kita sudah berjuang untuk berperilaku lima S ini, semoga kita termasuk dalam golongan   mujahidah yang akan mengobarkan kemuliaan Islam sebagaimana dicita-citakan Rasulullah SAW, Innama buitsu liutammima makarimal akhlak, “Sesungguhnya aku diutus ke bumi ini untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak.

From E-Book: Manajemen Qalbu, KH. Abdullah Gymnastiar

Kamis, 24 November 2011

SEPERTI TANGAN DAN MATA


Jum’at, 11 Maret 2011
             mama selalu menghampiriku ketika seisi dunia menjauh. Karena mama seperti tangan dan mata. Saat tangan terluka, mata menangis. Saat mata menangis, tangan menghapusnya. Tidak banyak yang bisa aku berikan kepadamu ma…
            aku sadar, ada tangis yang tertahan di dadamu saat aku menolak pemberianmu. Dan kau tahu aku menahan gemuruh hatiku.
Sudut hujroh 19, 18.34 WIB

AYAH

Kamis, 24 Februari 2011
Kau tak pernah lelah…
Sebagai penopang dalam hidupku. Kau ajarkan aku menjadi yang terbaik…
Aku hanya memanggilmu…Ayah
Di saat ku kehilangan arah
Aku hanya mengingatmu ayah
Di saat ku menjauh darimu…
Lagu Seventeen berjudul ‘Ayah’ selalu mengiringiku setiap aku ngetik-ngetik di NB. Setiap aku naik bis atau angkot dan menemukan para pedagang asongan yang menawari dagangannya. Tiba-tiba aku merasa mereka berubah wujud menjadi  bapaku. Aku melihat  bapaku sendiri menawarkan dagangannya padaku.  bapaku yang tinggi kurus berkumis tipis bertopi usang.
            Dulu, hal seperti itulah yang sering  bapak kerjakan. Semua hal itu, semua pengalaman pernah dia kerjakan. Pedagang asongan, tukang orson, tukang obat, tukang keramik, dagang nasi uduk, dagang bingkai foto, kasir toko, kerja di pabrik, pegawai desa, hingga akhirnya sekarang  bapaku menekuni pekerjaan yang sesuai dengan panggilan jiwanya. Wartawan.  bapak wartawan yang idealis. Kalaupun dia mau menyalahgunakan profesi wartawannya. Segala yang aku mau pasti terpenuhi.
            bapak selalu memberikan solusi, bukan materi. Ketika aku mengeluhkan ongkos dan jajan di sekolah,  bapak malah membelikanku sepeda. Ketika aku ingin les bahasa Inggris,  bapak malah membelikanku kamus bahasa Inggris. Ketika aku malas dan putus asa,  bapak malah memberikanku buku-buku motivasi. Bahkan sebelum masuk SD,  bapak kenalkan aku pada buku-buku dan menulis.

"bapak...nur lelah berjuang... tapi nur masih bisa melanjutkan perjuangan." ungkapku pada bapak
"jangan ragu, bahaya! selama masih hidup, kita dituntut untuk berjuang.  tapi dalam hidup juga ada pilihan. silahkan mau milih yang baik, abu-abu atau milih yang busuk." 
"nur milih yang baik."
"pilihan yang baik itu suka terasa pahit di awal. tapi akan terasa manis dikemudian hari. nuri harus percaya diri dan dan jangan lemah semangat. Inna ma'al usri yusro. dibalik kesulitan, terdapat kemudahan menanti..."

SAMUDERA KATA YANG TAK TERBENDUNG


Sabtu, 29 Januari 2011
            Banyak, bahkan terlalu banyak samudera kata yang harus kutumpahkan. Kini hanya bisa meluap-luap. Sementara dinding otak ini sudah tidak mampu lagi untuk membendungnya. Apapun, tentang apapun itu. Apa yang selama ini selalu mengganggu ketenanganku ingin kucurahkan pada semua orang. Aku ingin semua orang memiliki apa yang aku miliki. Aku ingin semua orang juga cinta membaca, cinta menulis, cinta berfikir kritis, cinta bertafakur. Aku ingin semua orang mencintai apa yang aku cintai. Aku ingin semua orang mendapat secercah semangat setelah membaca tulisanku. Menulis banyak hal yang bia memotivasi orang lain. Dan memberikan pencerahan kepada semua orang.

FIGUR WANITA SALEHA

Siti Khadijah r.a. adalah figur seorang istri shalihah yang menjadi penentram batin, pendukung setia, dan penguat semangat suami dalam berjuang dan beribadah kepada Allah SWT. Beliau telah berkorban dengan harta, kedudukan, dan diri beliau demi membela perjuangan Rasulullah Saw. Begitu kuatnya kesan keshalihahan Khadijah r.a., hingga nama beliau banyak disebut-sebut oleh Rasul walau beliau sendiri sudah meninggal.
Allah berfirman dalam QS. An Nuur ayat 30-31, “Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara farji (kemaluan)-nya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha  Mengetahui apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada wanita beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara farji-nya dan janganlah mereka menampakkan perhiasan kecuali yang biasa nampak dari padanya.”

Rasulullah Saw. bersabda : Dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah. (HR. Muslim).

Ciri khas seorang wanita shalihah adalah ia mampu menjaga pandangannya. Ciri lainnya, dia senantiasa taat kepada Allah dan Rasul Nya. Make up-nya adalah basuhan air wudhu. Lipstiknya adalah memperbanyak dzikir kepada Allah di mana pun berada. Celak matanya adalah memperbanyak bacaan Al Quran. Jika seorang muslimah menghiasi dirinya dengan perilaku takwa, akan terpancar cahaya keshalihahan dari dirinya.

Wanita shalihah tidak mau kekayaan termahalnya berupa iman akan rontok. Dia juga sangat memperhatikan kualitas kata-katanya. Tidak ada dalam sejarahnya seorang wanita shalihah centil, suka jingkrak-jingkrak, dan menjerit-jerit saat mendapatkan sesuatu kesenangan. Ia akan sangat menjaga setiap tutur katanya agar bernilai bagaikan untaian intan yang penuh makna dan bermutu tinggi. Dia sadar betul bahwa kemuliaannya justru bersumber dari kemampuannya menjaga diri (iffah).

Wanita shalihah itu murah senyum, karena senyum sendiri adalah shadaqah. Namun, tentu saja senyumnya proporsional. Tidak setiap laki-laki yang dijumpainya diberikan senyuman manis. Intinya, senyumnya adalah senyum ibadah yang ikhlas dan tidak menimbulkan fitnah bagi orang lain. Bisa dibayangkan jika kaum wanita kerja keras berlatih senyum manis semata untuk meluluhkan hati laki-laki.
Wanita shalihah juga harus pintar dalam bergaul dengan siapapun. Dengan pergaulan itu ilmunya akan terus bertambah, sebab ia akan selalu mengambil hikmah dari orang-orang yang ia temui. Kedekatannya kepada Allah semakin baik sehingga hal itu berbuah kebaikan bagi dirinya maupun orang lain.

Pendek kata, hubungan kemanusiaan dan taqarrub kepada Allah dilakukan dengan sebaik mungkin. Ia juga selalu menjaga akhlaknya. Salah satu ciri bahwa imannya kuat adalah dari kemampuannya memelihara rasa malu. Dengan adanya rasa malu, segala tutur kata dan tindak tanduknya akan selalu terkontrol. Tidak akan ia berbuat sesuatu yang menyimpang dari bimbingan Al Quran dan As Sunnah. Dan tentu saja godaan setan bagi dirinya akan sangat kuat. Jika ia tidak mampu melawan godaan tersebut, maka bisa jadi kualitas imannya berkurang. Semakin kurang iman seseorang, maka makin kurang rasa malunya. Semakin kurang rasa malunya, maka makin buruk kualitas akhlaknya. Wallahu a'lam.  

From E-Book : Manajemen Qalbu, KH. Abdullah Gymnastiar

IKLAN JUAL DIRI

Mungkin perasaan aneh  menyeruak di benak anda ketika membaca judul tulisan ini. Jual diri  disini bukanlah bentuk prostitusi atau tindak asusila seperti yang anda bayangkan. Tapi ini  sebatas ajakan kepada anda untuk menjual diri anda pada diri anda sendiri. Diantara kita pasti  sudah mengenal buku best seller The Magic Of Thinking Big karya David J. Scwarts. Sang penulis mencoba untuk mengokohkan kepercayaan diri  semua orang dan membuat semangat dan optimisme siapapun seolah di aliri tenaga saat membacanya.
Di dalam bukunya terdapat ulasan  “iklan jual diri”. Iklan berdurasi 60 detik yang bertujuan untuk membuat kita  bangga pada diri kita  dan berfikir sukses. Buatlah iklan jual diri  dan  tujukan iklan jual diri itu untuk  kita sendiri. Dengan menyertakan nama  kita dan menyebutkan banyak hal positif yang  kita inginkan melekat dan benar-benar ada dalam diri  kita.
            Contohnya seperti ini : “Hendra Rahmat, perkenalkan ini Hendra Rahmat. Orang penting, benar-benar penting. Hendra, kamu pemikir besar, jadi berfikirlah besar. Berfikir besar mengenai segalanya. Kamu memiliki banyak kemampuan untuk melakukan pekerjaan kelas satu. Jadi lakukanlah pekerjaan kelas satu.
            Hendra, kamu percaya akan kebahagiaan, kemajuan, keberhasilan. Jadi, berbicaralah hanya tentang kebahagiaan, berbicaralah hanya tentang kemajuan, berbicaralah hanya tentang keberhasilan. Kamu memiliki banyak pendorong Hendra, banyak pendorong. Jadi manfaatkanlah pendorong tiu. Tidak ada yang dapat menghentikan kamu Hendra, tak satupun.
            Kamu antusias. Biarkan antusiasmu terlihat. Kamu baik Hendra, dan kamu selalu merasa baik. Tetaplah begitu. Hendra Rahmat, kamu orang hebat kemarin dan kamu akan menjadi lebih hebat hari ini. Sekarang maju terus, Hendra. Maju terus.
            Hendra kamu adalah orang yang paling bahagia di dunia. Karena kamu bisa menciptakan kebahagiaanmu sendiri. Hidup bahagia adalah hakmu. Ciptakan kebahagiaanmu dengan caramu sendiri. Cara yang dicintaimu, dicintai semua orang dan dicintai Allah SWT. Jangan terima penilaian dari orang biasa karena kamu bukan orang biasa.
            Hendra kamu mempunyai pengalaman luar biasa dalam mencari kebahagiaan. Kamu adalah apa yang kamu fikirkan tentang dirimu. Kamu adalah manusia bebas yang telah mengetahui apa potensi dan kejeniusanmu yang sesungguhnya.”
            Buatlah iklan anda sendiri dengan membuat kata kata yang anda inginkan ada dalam diri anda. Praktekanlah membaca iklan anda keras-keras diruang tertutup sekali sehari. Dengan penuh tekad  bacalah di depan cermin. Baca iklan anda dalam hati beberapa kali sehari. Bacalah sebelum menangani apapun yang menuntut keberanian. Bacalah tiap kali anda tak bersemangat. Keberhasilan datang dari fikiran yang dikelola dengan baik. Jangan terima penilaian dari orang biasa karena anda bukan orang biasa.
            Ini bukan metode untuk memupuk kesombongan, tapi seni untuk membangkitkan semangat dan kebanggaan dalam diri kita. Siapakah yang tidak mau memiliki rasa bangga pada diri sendiri? Mungkin pertanyaan itu  yang ada dalam benak kita. Tapi, apa yang bisa  dibanggakan dalam diri kita? bagaimana caranya agar bisa bangga pada diri sendiri?    bagaimana Kalau yang  dominan dalam  diri kita hanya kejelekan dan kekurangan? Seperti kurang pintar, Kurang cerdas, kurang cantik, kurang kaya, kurang ganteng, kurang pergaulan. Atau apakah cukup dengan membanggakan segala kekurangan?
Segala macam pertanyaan kita tadi hanya membutuhkan satu jawaban yang  ada dalam surat At-Tin ayat 4  yang artinya:
            “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.”
Artinya kita tercipta dalam keadaan sebaik mungkin. Kita adalah makhluk Allah yang hebat. Karena yang menciptakan kita adalah Zat yang Maha Hebat! Yang Maha baik. Otomatis yang diciptakan-Nya pun pasti hebat dan baik.  Terdapat banyak hal  dalam diri kita yang sangat bisa di banggakan dan bisa membangkitkan semangat kita. Hanya, kita belum menemukan hal yang bisa dibanggakan itu dan kita tidak tahu dimana letak kunci harta karun yang terpendam di dalam diri kita.  Kita di anugerahi akal untuk berfikir maka pasti ada banyak hal yang mengejutkan dalam diri kita yang sebenarnya bisa kita banggakan.
            Dari setiap anggota tubuh kita, kita sudah menemukan manfaat dan fungsinya. Hanya  kita belum menggunakan fungsi anggota tubuh kita dengan sangat maksimal. Dan tidak menggunakannya untuk mengembangkan diri, bakat  dan potensi kita. Sehingga  kita jarang menggunakan segala anugerah panca indera yang telah Allah ciptakan. Bisa di ibaratkan kita ini sebatang pohon kelapa kaya manfaat yang di biarkan begitu saja  tanpa dipergunakan. Ataupun pohon jati yang masih berada di hutan.
            Memangnya ukuran kehebatan kita itu apa? Dan Hal apa yang bisa di jadikan ukuran rasa bangga pada diri sendiri. Yang pasti hanya kita sendirilah yang berhak menentukan kebanggaan itu. Dan kebanggaan itu harus mengundang rasa bahagia yang besar dalam diri  kita.  Kebanggaan yang bisa menciptakan kebahagiaan.  Kebahagaiaan yang bisa membuat kita bangkit untuk berkarya.  Setiap kegiatan yang bisa menciptakan kebahagiaan pasti adalah kegiatan yang positif.  ( Narkoba memang bisa membuat bahagia, tapi kebahagiaannya sesa’at dan juga SESAT!!).
             Kita bisa menentukan  ukuran kesuksesan dan kebanggaan menurut diri kita sendiri. Dan jangan pernah menuruti arti kesuksesan dan kebanggaan menurut orang lain.  Seperti kita di katakan sukses kalau kita kaya, juara kelas, S2 di perguruan tinggi luar negeri, jabatannya tingggi. Ujung-ujungnya, kita tidak akan bahagia! Itu semua bukan ukuran kesuksesan yang sesungguhnya. Yang kita butuhkan hanya PERASAAN DAN MERASA BAHAGIA. 
Kebahagiaan itu selalu berada 24 jam nonstop di dalam diri kita. Hanya, lagi-lagi kita belum menemukan cara untuk menciptakan kebahagiaan itu. Kita bisa MENCIPTAKAN KEBAHAGIAAN KITA DENGAN CARA KITA SENDIRI. Dengan melakukan hobi atau hal-hal yang membuat kita merasa lebih berharga, yang kita sukai dan juga di sukai semua orang, yang lebih utama di sukai Allah Swt.
            Lahirkan kebanggaan di dalam diri kita dengan memanfaatkan segala kenikmatan yang Allah berikan. Gunakan segala fungsi panca indera dengan maksimal. Lahirkan kebanggaan dalam diri kita dengan mengasah bakat kita.
            Kang Endra K. Prihadi, seorang penulis buku My Potency pernah berkata pada penulis:
            “Bakat itu adalah sesuatu hal yang apabila kau lakukan, akan membuatmu merasa sangat bahagia dan kau lupa segalanya.   Sesuatu yang sangat kau cintai dan menurut orang lain kau berprestasi dan hebat dalam bidang itu.”
The Example, ada orang yang suka basket, menulis dan bahasa Inggris. Di antara ketiga hal itu dia merasa bahagia  jika melakukan semua. Tapi dia hanya wajib mengembangkan satu hal. Hal yang ternyata telah banyak prestasi dalam bidang itu, dan kata banyak teman dan dosennya, dia hebat  dalam bidang itu. 
            Kita  harus bangga pada diri kita sendiri. Karena bagaimana orang lain bisa bangga pada kita, sementara kita sendiri tidak bangga pada diri kita. Tapi be carefull, jangan sampai rasa bangga kita mengundang kesombongan, Ujub dan Riya dalam diri Kita. Berbanggalah! Bangkitkanlah jiwa kita yang selama ini terkubur, untuk terus berkarya dan berprestasi.
Jangan biarkan setan tertawa melihat diri kita yang putus asa. Relakah kita ditertawakan? Jika tidak, maka lawanlah dengan terus-menerus menunjukkan keberhasilan dalam hal apapun. Jangan biarkan potensi kita terpasung dan terbelenggu. Mungkin selama ini kita belum menerima diri kita apa adanya. Inilah kita yang seperti ini. Bagaimanapun juga Allah menciptakan kita dengan garis takdir yang unik. Dengan benang-benang kehidupan yang tersulam dalam  bingkai kehidupan dengan warna dan alur yang khas.

SENI BEGEMBIRA

Di Amerika, ada 300 polisi yang bunuh diri setiap tahunnya. Sejak 1987, jumlah perwira polisi yang bunuh diri semakin banyak. Setelah melakukan penyelidikan, Badan Nasional untuk Para perwira berkesimpulan bahwa penyebabnya adalah lingkungan yang terus-menerus menekan mental. Mereka dituntut menghadapi tekanan-tekanan seiring meningkatnya kejahatan, berhubungan langsung dengan orang-orang jahat dan menyaksikan mayat korban kejahatan. 80 persen dari tragedi bunuh diri itu dilakukan dengan menggunakan senjata mereka sendiri.
Kita tidak dilahirkan untuk terus menghadapi tekanan-tekanan mental seperti para polisi Amerika tersebut. Kita tidak dilahirkan merasa khawatir dan takut.  kita tidak dilahirkan menderita, kita tidak dilahirkan untuk hidup susah. Kita tidak dilahirkan untuk menikmati kebahagiaan hanya ada di akhir pekan, kita tidak dilahirkan merasakan kegembiraan hanya  saat liburan. Kita tidak dilahirkan merasakan kegembiraan hanya diluar jam kuliah atau jam kantor.
Dalam buku The Power, Rhonda Byrne memaparkan, Kita bisa  mendapatkan kehidupan  menyenangkan kapanpun kita mau. Dan orang- orang yang memiliki kehidupan yang menyenangkan lebih banyak membicarakan apa-apa yang mereka sukai. Mereka bebas mendapatkan berbagai hal yang indah dalam hidup mereka.  Mereka sebebas burung yang terbang tinggi ke langit. Agar bisa mendapatkan kehidupan yang menyenangkan, patahkanlah jeruji sangkar yang memenjarakan anda.  Buatlah diri anda terhempas, terbang, mengudara mengepakkan sayap semangat dan kemenangan dengan ringannya. 
Tugas kita sekarang adalah mencintai sebanyak-banyaknya hal setiap hari dan berpaling dari berbagai hal yang tidak kita sukai. Agar esok kita terus berlimpah kebahagiaan tak terkira dengan segala hal yang kita cintai. Modal utama untuk meraih kebahagiaan adalah tidak sibuk memikirkan hal  kecil  yang sepele, kemampuan diri untuk menanggung beban keidupan, tidak mudah goyah oleh goncangan-goncangan dan tidak gentar oleh peristiwa-peristiwa. Yang boleh terfikirkan dalam benak kita adalah bagaimana agar kita bisa meningkatkan kualitas kita. Menjadikan diri kita lebih berharga dengan berkarya dan berprestasi.  Semisal menulis, melukis, memasak, mendaki gunung atau  dengan melakukan hal positif apapun yang bisa membuat kita merasa lebih berharga.
Memang, diantara Kenikmatan terbesar yang sangat ingin kita rasakan adalah kegembiraan, ketentraman, dan ketenangan hati. Karena  keriangan jiwa  hanya di temukan dalam kegembiraan. Mengutip ungkapan Dr. Aidh Al-Qarni dalam Buku La Tahzan, Kegembiraan adalah seni yang dapat di pelajari. Siapa yang mengetahui cara memperoleh, merasakan dan menikmati kegembiraan, maka ia akan dapat memanfaatkan kenikmatan dan kemudahan hidup.     
            Hidup yang menakjubkan didapat ketika kita memiliki sesuatu yang kita inginkan. Yaitu hidup yang dipenuhi kebahagiaan, kesehatan, kegembiraan dan cinta. Hidup ini jauh lebih mudah dari pada yang kita sangka, hidup ini sederhana dan  hidup ini menakjubkan.
Anda menciptakan kehidupan anda dengan perasaan dan fikiran anda. Ketika  anda menyaksikan orang lain berbahagia dan puas dengan kehidupannya yang dipenuhi hal-hal hebat. Fikiran anda mengatakan anda berhak mendapatkan semua itu. Anda benar! Anda memang berhak atas kehidupan yang hebat.
 kita memang tidak mampu membuang jauh-jauh sisa kesedihan dalam diri kita. Bagaimanapun juga selama kita masih bergelut dalam kehidupan dunia ini, segala bentuk ujian berupa kesedihan akan selalu ada.
Kami telah menciptakan manusia dalam susah payah (QS. Al-Balad: 4)
Supaya Dia menguji kamu, siapa diantara kamu yang paling baik amalnya (QS. Al-Mulk: 2)
Kenyataan hidup memanglah seperti ini. Tak ada yang harus disesali. Tak ada yang harus dikecewakan. Nikmati hidup ini apa adanya. Tak harus ada kepalsuan, tak harus ada kepura-pura’an. Yang harus ada hanya optimisme dan senyuman. “Senyum semangat!” begitulah kata para personil SMASH. Kita hanya tinggal mengerjakan hal-hal yang kita cintai dimana kita bahagia dan tak pernah puas melakukannya. Kita tidak wajib menghilangkan segala kesedihan dan kegundahan pada diri kita, tapi kita hanya wajib menguranginya. Kesedihan hanya akan hilang bila sudah berada disurga kelak. Kebahagiaan abadi memang hanya dapat kita temukan disurga-Nya. Tapi apakah Allah melarang kita untuk melakukan  seribu macam cara agar kita tetap tersenyum. Senyum penuh cinta dan ketulusan.
Saat tekanan hidup terus menghimpit nafas hidup kita, saat kita timpang dan terseok menapaki perjalanan hidup atau dalam keadaan apapun, berjanjilah  untuk selalu merasa ceria. Tak ada lagi pinta dan harap yang tertuju kepada selain-Nya. Tak ada lagi aktivitas yang memicu pembusukan karakter dalam diri kita. Tak adalagi waktu yang diisi denga hal yang sia-sia. Tidak lagi menjalani hidup dengan terhanyut begitu saja. Mengalir begitu saja, terbawa arus dan tak ada tujuan pasti. Allah Swt tidak sia-sia menciptakan, menghidupkan, mengalirkan darah di setiap urat nadi kita dan memberi kita nafas.
Kita bisa menentukan sendiri siapa diri kita. Tak ada seorangpun di dunia ini yang bisa membuat kita merasa kecil tanpa seijin kita. Kita bisa menentukan dengan bebas siapa kita. Inilah kita. We are the ordinary peoples who have the extraordinary experience to lookfor happiness. Kita memang manusia biasa yang memiliki pengalaman luarbiasa dalam mencari kebahagiaan. Kita adalah apa yang kita fikirkan tentang diri kita. Kita adalah manusia bebas yang telah menemukan potensi dan kejeniusan kita yang sesungguhnya. Kita adalah jiwa. Diantara kita adalah jiwa yang mungkin tercecer dalam ilmu, bisnis, jurnalistik, pendakian gunung, penjelajahan, perjalanan kesegala sudut terindah Indonesia, samudera imajinasi yang tertuang dalam kertas-kertas dll. Kita adalah hamba Allah yang berbahagia karena telah menemukan banyak cara untuk menciptakan kebahagiaan kita.
Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan duka cita dari kami (QS. Fathir: 34)