Selasa, 29 November 2011

TAFSIR MAUDHU'I SURAT AL-INSYIRAH


A.            TEMA SURAT
Penghibur hati
B.      INFORMASI SURAT
Surat ini terdiri atas 8 ayat, termasuk golongan surat-surat Makiyyah dan diturunkan sesudah surat Ad-Dhuhaa. Nama Alam Nasyrah diambil dari kata Alam Nasyrah yang terdapat dalam ayat pertama yang berarti : bukankah kami telah melapangkan.
C.   ASBAB AN NUZUL
Menurut As-Suyuthi, ayat ini (S.94:1/8) turun ketika kaum musyrikin memperolok  muslimin karena kekafirannya. Dalam suatu riwayat di kemukakan bahwa ketika turun ayat ini (S.94:6) Rasulullah saw. Bersabda:
“Bergembiralah kalian karena akan datang kemudahan bagi kalian, kesusahan tidak akan mengalahkan dua kemudahan.” (diriwayatkan oleh ibnu jarir bersumber dari Al-Hasan)
D.      POKOK  ISI SURAT
Penegasan tentang nikmat-nikmat Allah swt. Yang ditujukan kepada Nabi Muhammad saw. Dan pernyataan Allah bahwa disamping kesusahan ada kemudahan. Karena itu diperintahkan kepada Nabi agar tetap melakukan amal-amal saleh dan bertawakkal  kepada-Nya.
1.       Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?
2.      Dan  kami telah menghilangkan darimu bebanmu?
3.       Yang telah memberatkan punggungmu?
4.       Dan  Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu?
5.      Karena sesungguhnya bersama setiap kesulitan ada kemudahan,
6.      Sesungguhnya bersama setiap kesulitan ada kemudahan.
7.      Maka apabila kamu telah selesai (dari suatu urusan) kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain.
8.      Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.
E.       PENGELOMPOKAN AYAT
1-3       : Hati yang dilapangkan saat beban datang.
4-6       : Sesudah kesulitan ada kemudahan.
7-8       : Bersungguh-sungguh mengerjakan urusan dengan tetap bersandar kepada Allah SWT.
F.  PENAFSIRAN KELOMPOK AYAT
1-3       : Ketika Rasulullah SAW mendapatkan kesusahan dan kesulitan dalam berdakwah, yang telah memberatkan hidup Rasulullah SAW  lalu Allah melapangkan hati Rasulullah SAW, dan menghilangkan beban dan kesulitannya.
4-6       : Hidup tidak serta merta mengalami kesulitan terus menerus. Tapi akan disertai dengan kemudahan dan solusi dari masalah yang dihadapi sehingga masalah-masalah itu dapat terselesaikan. Oleh karenanya tidak boleh ada  rasa pesimis atau putus asa. Allah telah menjamin akan ada kemudahan setelah kesulitan.
7-8       : Allah menyampaikan kepada Rasulullah SAW apabila telah selesai berdakwah maka beribadahlah kepada Allah SWT. Apabila telah selesai mengerjakan urusan dunia maka kerjakanlah urusan akhirat. Dan apabila telah selesai mengerjakan shalat maka berdo’alah. Jangan sampai ada do’a dan pinta harap yang tertuju kepada selain Allah. Pasrah dan bertawakallah kepada Allah dengan melakukan amal shaleh.
G.     KESIMPULAN
            Allah akan melapangkan hati dan menghilangkan beban siapapun yang ditimpa kesulitan dengan memberinya kemudahan. Asalkan manusia bertawakal kepada Allah SWT dan berharap pada-Nya. Juga melakukan amal shaleh
H.     HIKMAH  PELAJARAN
            Jangan pernah merasa putus asa, karena setiap keadaan pasti berubah. Sebaik-baik ibadah adalah menanti kemudahan dengan sabar. Dan tetap berusaha. Jangan merasakan kesusahan, kesengsaraan, dan kesedihan. Karena setelah kesulitan itu tetap akan muncul kemudahan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar